Gua tetes

Lumajang – Gua Tetes merupakan wisata gua satu-satu yang ada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gua yang memiliki banyak stalagtit dan stalagmit dengan warna yang beraneka ragam ini diyakini masyarakat sekitar dapat membuat awet muda apabila terkena percikan air gua itu.

Goa tetes ini terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, 55 kilometer selatan Kota Lumajang. Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa menggnakan kendaraan roda dua maupun mobil.

Meski dialiri air terus-menerus, dinding tebing gua itu sama sekali tidak licin. Tak mengherankan jika beberapa pengunjung terpancing untuk menaiki tebing guna mencapai gua.

Konon, air yang senantiasa menetes dari bagian atas gua ini yang membuat tempat ini diberi nama Gua Tetes.

Gua Tetes ini juga memiliki mitos. Masyarakat sekitar gua percaya bahwa air yang ada di gua bisa membuat awet muda. “Di sini pengujung yang paling banyak kaum muda mudi,” kata Sutiyem warga di sekitar Gua Tetes pada detiksurabaya.com, Sabtu (10/1/2008).

Selain itu, gua ini dipercaya bisa mempertemukan jodoh bagi yang belum menikah. Bahkan sebagian pengunjung percaya gua ini dapat mempersatukan kembali keretakan rumah tangga pasangan suami istri.

“Bagi orang yang mau cerai ajak saja pasanganya ke sini, pasti akan disatukan kembali,” kata Sutiyem.

Berdasarkan cerita yang berkembang, Gua Tetes ditemukan pada 1969 oleh penggergaji kayu. Baru pada 1975, gua ini mulai dikunjungi warga. (bdh/bdh)

http://surabaya.detik.com/read/2009/01/10/145000/1066159/475/percikan-air-gua-tetes-diyakini-bikin-awet-muda

wisata kuliner

Bahan:
1 ekor ayam, potong 4 bagian
1 bh jeruk nipis, ambil airnya
2 cm lengkuas, memarkan
1 btg serai, memarkan
100 ml air
2 sdt garam
1 1/2 sdm gula merah
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus:
10 bh cabai merah
5 bh bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
1 sdt terasi

Cara membuat:
1. Lumuri ayam dengan garam dan air jeruk nipis, biarkan selama 30 menit.
2. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan lengkuas, serai, air, garam dan gula merah, masak hingga matang, masukkan ayam. Masak hingga bumbu meresap, angkat, keluarkan ayam.
3. Jepit ayam dengan bambu, bakar sambil dioles bumbu, bakar hingga matang, angkat.
4. Sajikan dengan sambal dan lalap.

http://www.rahasiakuliner.com/index.php?option=com_content&view=article&id=74:ayam-bakar-lumajang&catid=7:aneka-ayam&Itemid=19

pentingnya pendidikan

Mendidik anak itulah mendidik rakyat. Keadaan dalam hidup dan kehidupan kita jaman sekarang, itulah buahnya pendidikan yang kita terima dari orang tua pada waktu kita masih anak-anak.( Ki Hajar Dewantara 1889 – 1959 )

Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap tanggal 2 Mei setiap tahunnya, membuat kita mengenang ke masa silam pada awal masa perjuangan dulu, ketika bangsa kita ingin melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Dimana penderitaan dan kebodohan mendera di setiap kehidupan masyarakat yang terjajah di bawah kekuasaan bangsa lain.

Momentum lahirnya Taman Siswa yang didirikan oleh Raden Mas Soewardi Soeryaningrat (1889 – 1959) atau lebih terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara membangkitkan semangat pendidikan untuk mencerdaskan rakyat dan melepaskan diri dari belenggu kebodohan akibat menjadi bangsa terjajah.

Sejarah selalu mencatat, kebangkitan suatu bangsa selalu ditandai dengan lahirnya masyarakat yang terdidik. Seperti kebangkitan Jerman dan Jepang setelah Perang Dunia II, dengan banyaknya pemuda-pemuda yang terpelajar untuk belajar di negara lain agar bangkit dari keterpurukan akibat perang yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan.

Pendidikan dalam konteks resmi dapat diartikan sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Dalam Pasal 31 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 dijelaskan bahwa; ” Tiap-tiap Warganegara berhak mendapat pengajaran”, dan dalam Alinea 4 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 salah satunya berbunyi; “Mencerdaskan kehidupan bangsa”, membuktikan bahwa salah satu tujuan dari pembangunan adalah pendidikan untuk mencerdaskan masyarakat.

http://devry.wordpress.com/2008/05/03/pentingnya-pendidikan/

gurindam

Tiada siapa yang besar,
Tiada siapa yang tinggi,
Tetap sama sedasar,
Tidaklah berbeza lagi.

Jangan takut dan gentar,
Mati hanya sekali,
Jangan bertukar berkisar,
Tetap di lapangan mengendal

http://www.scribd.com/doc/15871230/SYAIR-DAN-GURINDAM

apa itu cinta?

“Cinta adalah sebuah rasa, di mana rasa itu muncul akibat adanya rasa saling ketertarikan antar manusia. Di setiap prosesnya akan membentuk ikatan yang memunculkan sikap dan sifat sayang serta perhatian yang didasari oleh kesucian diri, dari orang-orang yang memilikinya”.

“Cinta itu indah. Cinta bisa datang dan pergi dengan cara yang tak terduga. Cinta juga bisa membutakan mata hati kita”.

“Cinta itu adalah rasa. Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang dijalin sesudah menikah. Sedangkan cinta pada masa pacaran , itu hanyalah sebuah permainan anak remaja. Cinta yang tidak sakral”.

“Cinta itu seperti pagar yang melindungi tanaman. Ketika cinta sudah bisa memisahkan diri dari nafsu, maka bisa diibaratkan cinta itu seperti pagar yang melindungi tanaman. Jika rasa sayang dan cinta yang murni tumbuh dengan baik, maka tidak akan sampai hati kita untuk merusaknya. Biarlah 4 elemen yang akan menjaga kita; Cinta, Harapan, Impian dan Kepercayaan”.

http://gen22.blogspot.com/2009/08/cerita-cinta-on-apa-itu-cinta.html

 

puisi cinta

cinta yang tak pasti

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg mnykiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku
sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku
tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti

http://www.puisiku.net/tema-cinta/cinta-yang-tak-pasti.htm

pantun jenaka

Pantun Ikan Gabus

Ikan gabus di rawa-rawa

Ikan belut nyangkut di jaring

Perutku sakit menahan tawa

Gigi palsu loncat ke piring

http://ketawa.com/humor-lucu-det-6174-pantun_ikan_gabus.html

Previous Older Entries